PEMATANGSIANTAR | Update24News.id – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn, menghadiri Tabligh Akbar sekaligus meresmikan Musholla Muslimat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tomuan di Jalan Siatas Barita Gang H Rupino, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Sabtu (27/6/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota.
Dalam sambutannya, Wesly menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi spiritual yang berperan penting dalam membentuk karakter dan moral masyarakat.
“Musholla ini diharapkan menjadi sarana ibadah yang nyaman, pusat pembinaan umat, wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memakmurkan syiar Islam dengan memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.
Ia juga berharap musholla tersebut menjadi pusat pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Di tengah berbagai tantangan zaman, rumah ibadah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kebersamaan, toleransi, persaudaraan, dan semangat gotong royong,” tambahnya.
Wesly turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Musholla Muslimat, baik melalui tenaga, pikiran, maupun dukungan materi. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong merupakan modal penting dalam mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Pada kesempatan itu, Anggota DPRD Kota Pematangsiantar sekaligus kader PD Aisyiyah Muhammadiyah, Nurlela Sikumbang, S.H, mengaku bangga terhadap Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang menjadi pelopor renovasi musholla.
Ia juga berharap Pemerintah Kota terus memberikan perhatian terhadap penyelesaian pembangunan musholla tersebut.
“Saya dari Badan Anggaran DPRD Kota Pematangsiantar siap mengawal anggaran yang diajukan Pemko untuk membantu Muhammadiyah,” katanya.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Pematangsiantar yang diwakili Ahmad Fitrianto MA menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi.
Ia berharap Musholla Muslimat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. Fitrianto juga mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung penyelesaian pembangunan musholla melalui bantuan moril maupun materil.
Dalam sambutannya, Fitrianto turut mengapresiasi capaian Kota Pematangsiantar yang menempati peringkat keempat sebagai Kota Toleran di Indonesia serta mengucapkan selamat kepada Wali Kota Wesly Silalahi yang terpilih mengikuti Pendidikan Lemhannas mewakili Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tomuan sekaligus Ketua BKM Musholla Muslimat, Malun Saragih, menjelaskan proses renovasi musholla dimulai sejak 2021. Meski sempat menghadapi berbagai kendala, sebelum Ramadan 2026 bangunan musholla telah dapat difungsikan dengan layak.
Ia mengungkapkan, dari total dana pembangunan sebesar Rp211 juta, sekitar Rp100 juta berasal dari hibah Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Sebelumnya, Ketua Panitia Bill Fattah Paduanta Nasution menjelaskan Musholla Muslimat awalnya merupakan aset masyarakat yang kemudian dihibahkan kepada IMM Kota Pematangsiantar. Saat diterima pada 2017, kondisi bangunan sangat memprihatinkan.
Melalui renovasi bertahap, termasuk dukungan dana hibah Pemko pada 2025, musholla kini telah berdiri lebih baik dan direncanakan akan dibangun bertingkat serta dilengkapi Lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an sebagai pusat pembinaan generasi muda agar memiliki iman yang kuat dan terhindar dari penyalahgunaan narkoba.
Bill juga mengapresiasi meningkatnya indeks toleransi Kota Pematangsiantar dan menyebut kehadiran Wali Kota dalam berbagai kegiatan umat beragama menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ny Liswati Wesly Silalahi, Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing, Camat Siantar Timur Masa Rahmat Zebua, Lurah Tomuan WR Mongunsidi Purba, Al Ustad Ahmad Syukri Batubara, serta kader Muhammadiyah.






